I TJING, HET BOEK DER VERANDERINGEN, BUKU PERTAMA & KEDUA


Judul: I Tjing, Het Boek der Veranderingen, Eerste en Tweede Boek
Penulis: –
Pengantar: C.G. Jung
Penerjemah: A. Hochberg-Van Wallinga
Bahasa: Belanda
Kulit Muka: Soft Cover
Tebal: xxxvi + 264 Halaman
Dimensi: 16 x 24,5 Cm
Penerbit: L.J. Veen, Amsterdam
Tahun: Cetakan Pertama, 1956 (?)
Kondisi: Cukup Bagus (Ada sejumlah titik lubang bekas kena rayap, tapi umumnya di tepi teks, sehingga tak mengganggu pembacaan.)
Harga: Rp392.000
Stok: 1

I Tjing (baca: I Ching) adalah kitab Cina Kuno yang sangat fenomenal dan terkenal di kalangan kaum penghayat ilmu kebatinan Cina atau mereka yang mendalami ilmu metafisika Cina Kuno. Konsep awal kitab kuno ini, yang diperkenalkan Raja Fu Xi (2953-2838 SM), bertutur tentang hakikat perubahan, baik perubahan fenomena alam semesta maupun kehidupan manusia.
Kitab kuno ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di dunia. Bahkan, di Barat, kitab ini tidak kalah popular ketimbang Kitab Tao De Ching/ Tao Te Cing (Kitab tentang Kebajikan Tao).
Filsafat perubahan dalam I Tjing merupakan cikal bakal berbagai ilmu kebatinan/metafisika Cina, seperti Chinese medicine classic, akupuntur, akupreiser, ba zi ( ilmu 8 huruf kelahiran), feng shui (hong sui/ilmu pengaturan angin & air), zi wei dou shu ( ilmu bintang ungu), strategi perang Sun Tsu, ilmu perbintangan Khong Beng, mien xiang ( ilmu bentuk wajah), telapak tangan ba gua, erl shi ba xing (ilmu pergerakan 28 bintang), shi erl chin wei (ilmu 12 konstelasi bintang), dong shu/tung su (primbonisasi Cina), ciam si, dan wushu/kungfu.
Bahkan, konsep inti I Tjing, yaitu yin dan yang (konsep tentang negatif dan positif ), merupakan sumber inspiratif segala macam bentuk ilmu pengetahuan modern, seperti medan magnet, kelistrikan, komputer, genetika, fisika, matematika, mekanika, ilmu Hitung, sampai dengan ilmu sosial.
I Tjinglah yang pertama kali memperkenalkan konsep pengondisian minus (-) dan plus (+) atau yin dan yang ke dalam sejarah peradaban kehidupan. Tidak ada satu pun ilmu di dunia ini tidak terkait dengan pengondisian yin dan yang.
Sejumlah simbol kehidupan tertuang dalam I Tjing.
1.Wu chi (alam suwung): keadaan kosong yang hampa, yang melambangkan tentang alam semesta yang bermula dari suatu keadaan kosong yang belum terisi apa pun
2.Tai chi (maha kutub): kehampaan/kekosongan yang mengawali konsep kehidupan ternyata berporos pada satu titik pusat/maha kutub (pusat kegaiban semesta), yang kemudian menjadi sumber penggerak bagi semua fenomena di alam semesta ini dan bagi segala proses perubahan, pertumbuhan, ataupun dinamika di jagad raya. Pusat penggerak ini kemudian dikenal sebagai hukum alam, yang merupakan satu kesatuan utuh sebagai ibu segala hal yang tercipta dan sumber penggerak semua fenomena alam (dalam bahasa agama, inilah yang kita posisikan sebagai Tuhan).
3.Yin yang: adanya kondisi yang saling antagonis.
4.Wu xing (lima elemen): kayu, api, tanah, logam, dan air. Kayu melambangkan cinta kasih, sifat yang kaku, hutan, dan lain-lain. Api sebagai gambaran kesusilaan, sifat pemarah, matahari, dan lain-lain. Tanah sebagai simbol kejujuran, sifat pemalas, bumi, dan lain-lain. Logam mencerminkan kebajikan, sifat yang egois, awan, dan lain-lain. Air sebagai gambaran rendah hati, sifat yang liar, laut, dan lain-lain.
5.Ba gua/pat kwa (delapan trigram), yang digambarkan sebagai kompilasi perpaduan garis utuh (yang/positif) dan garis putus (yin/negatif). Tiap trigram menggambarkan langit-bumi, gunung-danau, api-air, dan petir-angin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s